Aku Munafik?

Membaca wall di Facebook akhir akhir ini banyak berseliweran kata “munafik”.

Pertanyaan yang terlintas di pikiranku, “apakah aku termasuk orang yang munafik?”

Menurut sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat.” (HR. Bukhari Muslim)

Kalau hadits tersebut diarahkan kepada hubungan antar sesama manusia, bisa aku pastikan aku bukan orang yang munafik. Kenapa?  ya seingatku, akhir akhir ini aku tidak pernah berbohong, tidak pernah ingkar, tidak pernah khianat kepada sesama manusia.

Tapi apakah Rasulullah Muhammad SAW hanya memperuntukkan hadits tersebut untuk hubungan antar sesama manusia?
Kalau menurutku sih tidak. Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia yang terpilih untuk membimbing umat manusia agar selalu memperbaiki hubungan dengan Allah. Maka dari itu aku yakin, hadits tersebut juga ditujukan kepada hubunganku sebagai manusia dengan Allah Tuhan Semesta Alam.

Pertanyaanku adalah, sudahkah aku menjadi orang yang tidak munafik kepada Allah?

Tanda orang munafik yang pertama : Jika berbicara dia dusta

Tujuan Allah menciptakan manusia :

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Ibadah yang utama dalam agamaku, Islam, adalah shalat, sebagaimana ditunjukan QS. Thaha ayat 14 :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

Iya aku shalat, dan ketika aku hendak shalat aku membaca niat :

“Aku berniat shalat fardu/sunnah …. x raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Aku juga membaca doa Iftitah :

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).”

Dan kesimpulannya,

Ya, aku sudah berdusta kepada Allah, shalatku lebih banyak bukan karena Allah, banyak shalatku karena niat yang lain. Mengharap rejeki, mengharap harta, mengharap kemuliaan, mengharap dijauhkan dari kesusahan. Aku shalat hanya untuk menggugurkan kewajiban. Aku shalat agar dipuji orang. Aku shalat agar dihormati orang.

Ya, aku sudah berdusta kepada Allah, wajahku tidak kuhadapkan kepada Allah, entah kemana wajahku menghadap. Aku termasuk orang yang menyekutukan Allah, aku menyekutukan Allah di dalam shalatku, aku tidak mengingat Allah di dalam shalatku. aku mengingat pekerjaan, rencana rencana, mengingat duniawi, kadang berkhayal, sampai lupa shalatku sudah rekaat yang keberapa.

Baru satu poin dan ternyata aku masih munafik kepada Allah…

Advertisements

9 thoughts on “Aku Munafik?

  1. ” MAKA HADAPKANLAH WAJAHMU DENGAN LURUS KEPADA AGAMA FITRAH ALLAH YANG TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA MENURUT FITRAH ITU. TIDAK ADA PERUBAHAN PADA FITRAH ALLAH AGAMA YANG LURUS. TETAPI KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK MENGETAHUI ” ( QS AR RUUM 30: 30) .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s